24 Juni 2009

Rehat Sejenak dari Angka-angka

Larut, 01.25WIB. Bahkan telah pagi. Aku masih menikmati aktivitasku meski tanpa energi yang utuh. 

Sesekali mendatangi si kecil, kala terdengar rengekannya. Sebentar juga tertidur kembali, setelah kuberikan ASI. Lalu kembali kulanjutkan, menuju PC, dan jemariku mulai menari di atas papan kibor. 

Aku telah berjanji dalam hati tadi; akan kembali meninggalkan jejak sehari-hari berupa tulisan, meski sederet dua deret kalimat. Menulis apa saja, yang penting terus belajar mencari hikmah dari waktu demi waktu. Setelah sekian lama aku absen dari rutinitas ini. 

Sambil rehat sejenak dari angka-angka perhitungan statistik data kuesioner yang cukup membuatku penat. Mencari validitas.... baru sampai tahap ini saja sudah lumayan melelahkan. Namanya juga ibu rumah tangga; terakhir berkutat dengan tetek bengek ini... hampir tujuh tahun yang lalu. Trus.. catatan kuliah sudah entah ke mana; padahal di sana mungkin banyak petunjuk. Kini hanya berbekal satu bendel skripsiku, aku mesti menyusuri rumus-rumus yang mesti kusimpulkan. Angka ini dari mana? Hasil ini menggunakan tabel yang mana?Yang mempengaruhi rata-rata baris ini, jumlah responden apa jumlah butir pertanyaan? Kenapa, ya... butir yang tak valid setelah kuhilangkan; dihitung lagi.. kok yang lainnya jadi ikut-ikutan ngga valid?

:D Hi hi hi... masya Allah....

Yang mengasyikkan adalah; rasa penasaranku yang tinggi. Besok harus kucari lagi caranya!

Sekarang, aku ingin beristirahat dulu. Bergabung dengan pangeran2 dan bidadari kecilku yang lucu. Tadi sempat kunikmati keteduhan mereka kala tidur.

Ah... anak-anakku.... Ummi mesti belajar dan terus belajar. Untuk sabar dan berkepala dingin; ketika menemani kalian saat terjaga. Bila melihat kalian lelap seperti sekarang, betapa banyak penyesalan di relung hati ini. Karena masih sering ada amarah di hadapan kalian.

Nak, maafkan ummi ya... Ummi berjanji; untuk belajar lebih baik lagi menjadi seorang ibu.

Oh ya..., buat mas-ku yang lagi ngga enak badan... Semoga cepat sembuh. Syafakallah... I love you, wish me to become your real "qurrota 'aini" 

Oh ya.. buat bisnisku, semoga lancar & berkah. Tetep ingat tujuan mulia!  Cantik Mandiri



http://cantikmandiri.co.cc

14 Juni 2009

Beberapa Saat Tak Bersamamu

Kamu pasti kangen sama ummi, ya Nak.... Terlihat dari perubahan bola matamu, saat pandanganmu bertemu dengan pandangan ummi barusan. Sudah hampir setengah jam bermain bersama Mas Wafdan & Mas Wafiy sambil nonton Sponge-Bop. Tapi, sebentar ya... ummi lagi tanggung, belum selesai berbenah di sini. Tempat cucian piring penuh!

Nah... Si Mba dateng...., tapi.. tunggu dulu ya Nak! Kamu main dulu, lihat burung di luar sama Mba. Di dorong-dorong ya pake sepeda. Ummi selesaikan dulu meracik  bumbu sekaligus memasak opor. Masakan ini musti ummi sendiri yang pegang, khawatir ada yang protes berbeda rasa; setelah sebelumnya ummi pernah berperan hanya sebagai sutradara masak. Meski sudah diberi instruksi yang memadai, Si Mba yang masak, tapi... rasanya tetap beda. :) 

Cepat sekali rasanya kau kembali. Sudah melihat burung ya? Gimana bunyinya? Bagus kan?  Aduh; kedengarannya kau mulai gelisah. Biasanya jam segini kau sedang asyik bermain-main denganku. Tapi..., nampaknya ummi mesti sekalian menyiapkan sambal goreng kerecek.... Maklum ya, Sayang.... hari libur gini justru ummi lebih sibuk, menyediakan konsumsi untuk enam orang pekerja yang tengah berupaya membenahi bangunan rumah kita. Oh ya... sekalian ummi  menggoreng bakwan. Adonannya sudah jadi dari tadi. Supaya lengkap hidangan makan siang nanti. Tunggu ya.. sabar ya...

Satu jam berlalu.

Wah... tangismu telah pecah. Haus ya...  Sini sama ummi. Biar Mba yang membereskan dapur. Ummi sudah selesai kok masaknya. Hmmmm... sedap kan baunya?

Upps! Kangen ya sama ummi.... Seneng banget sih, girang banget digendong & dipeluk ummi. Yuuk mimik sambil tiduran di kamar... 

Sebentar kemudian, kau sudah tertidur Nak... Lucu sekali wajahmu. Perubahan roman muka bayi menuju kanak-kanak. Usia setahun lima bulan. Pipimu yang halus dan cembung. Bola mata yang bergerak-gerak tertutup kelopak mata yang mengatup. Sesekali tersungging senyum. Pasti kau mimpi indah. Damai sekali... polos... Seribu ciuman pun tak kan membuatku bosan untuk kuberikan lagi dan lagi..

Nampaknya, ummi mesti meralat ucapan ummi tadi.

Ummi yang kangen padamu....., meski hanya beberapa saat tak bersamamu.

09 Juni 2009

Ngajak Teman ke d'bistro



Asyik juga ternyata pergi (Sabtu, 6 Jun '09) bareng teman-teman  yang masih pada lajang. Refreshing, kembali ke masa muda ...! Ada Ito, Reny, and Siti. Berhaha- hihi, tanpa melupakan nilai manfaat dong..

Kita berempat plus Daniya si baby, menghadiri d'bistro, di Gedung Mandiri Syariah lantai 11, Jl. MH Thamrin Jakpus. Lumayan dapat ilmu dan pengalaman dari founder dan juga petinggi-petinggi d-bc lainnya.

Meski masih baru kali ini dateng dan ngajak teman, ternyata kita bisa enjoy dan menikmati acara demi acara yang dikemas secara menarik. Kita yang berada di gedung tersebut terasa cepat banget akrab, serasa sudah pada kenal semua. 

Bahkan, Daniya si kecil aja langsung dapetin sahabat, Yasmin... Beberapa kali Daniya sempet digendong oleh si cantik yang masih bersekolah di TK tersebut. He he.

Hmmm. Alhamdulillah. Nambah ilmu, nambah teman, nambah semangat, dan ... nambah penghasilan...

http://cantikmandiri.co.cc

11 April 2009

Deg-degan


Beberapa hari yang lalu aku mengalami kejadian seru. Kecerobohanku membawa petaka. Detik itu juga aku menghukum diri, untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut tanpa sepengetahuan seorangpun.

Hingga dini hari, keringat dingin mulai membasahi kening karena upayaku belum membuahkan hasil. Akhirnya, dengan tawakkal karena telah mencoba beberapa jalan, diiringi dengan do'a dan janji di hati untuk lain kali lebih berhati-hati....

Alhamdulillah...masalah berhasil terpecahkan. Terima kasih Ya Rabb! Lain kali aku akan lebih berhati-hati.

Pagi harinya, seakan tak terjadi apa-apa. Aku bisa tersenyum lega. (Asyik... tak ada gerutu-an dari suami.. :)

Anak-anakku dan hobi mereka




Terlalu banyak untuk bisa dituliskan. Kebersamaan yang indah dengan anak-anak. Anugerah yang luar biasa dari-Nya. 

Daniya kini sudah semakin lincah dalam bergerak dan pandai bertutur kata. Saat ini sedang senang-senangnya menghafal dan menirukan aneka suara binatang. 

"Suara kambing gimana Dhe'?"

"Mbiii...mbiiiii" (Daniya memang sering mengganti vokal e dengan i)

"Kalau ayam?"

"Uk- u - uuuuuuuuk" (maksudnya ayam jago)

"Suara kuda gimana Daniya?"

"Hieh-heh-hehhh" sahutnya lucu.

Daniya juga hobi banget main air. Setiap mandi, sering susah berhenti. Asyik berendam, sambil menampung aliran air kran. Kalau tak dibatasi, wah...khawatir masuk angin.

Wafiy masih asyik dengan gerakan-gerakan kungfu-nya. Setiap selesai ekskul hari Kamis, dan latihan hari Ahad, ia dengan spontan memperagakan gerakan-gerakan kungfu di setiap kesempatan. Sampai kadang-kadang ummi senewen..... Diajak omong, Wafiy ga menyahut karena lagi larut dalam gerakan-gerakan Wushu yang diajarkan oleh master-nya.

Wafiy juga hobi main game. Semenjak dibelikan PSP beberapa waktu lalu, praktis tiada hari tanpa game. Nah... makanya harus dibatasi juga. Dan dibagi jatah main dengan kakaknya.

Wafdan, paling kuat dan betah main game di komputer. Meski PSP juga senang, tapi cenderung lebih sering main game di PC. Sering ummi dan abi menasihati, supaya jangan melulu memikirkan game. Wafdan harus seimbang antara main game dan bermain dengan aktivitas motorik seperti bersepeda. Bahkan abi sering menyuruhnya sepedaan yang jauh. Biar tidak game minded. Dengan santainya Wafdan berkilah: "Mas memang game mania, tapi yang penting juga ranking mania!"

Ah... anak-anakku.... Ummi berharap dan kan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian. Contohlah apa yang baik dan benar dari kami, ayah-ibu kalian. Tapi jangan pernah meniru kekurangan, kekhilafan, dan keburukan kami. Kami senantiasa mengharapkan do'a tulus kalian... 

18 Maret 2009

Sehat itu Luar Biasa Nikmat

Kemarin pagi sekitar pukul 10-an, tiba-tiba aku merasakan kepala begitu berat. Seolah dipenuhi air, dan air itu bergolak. "Clenggg! clenggg! clengg!" Aku raba pelan-pelan, untuk memastikan sebelah mana yang menjadi sumber rasa sakit. Nampaknya pas di atas ubun-ubun, rasa sakit lebih terasa. 

Aku jadi bertanya-tanya, gerangan apa yang mengakibatkan sakit kepala ini tiba-tiba menyerang. Apa karena terlalu lama di depan layar monitor? Atau kaca mata yang kupakai tak cocok, karena kaca mata yang biasanya sedang di reparasi? Atau masuk angin? Atau salah makan?

Sambil terus mengingat-ingat, rasa sakit semakin tak tertahankan. Si kecil Daniya pun akhirnya kubawa ke kamarnya, kusediakan mainan-mainan supaya asyik sendiri dan tak terlalu meminta perhatianku, sembari kurebahkan badan di kasur.... Hmmm...rasa sakit di kepala semakin menusuk-nusuk, malah ditambah mual sekarang.

Akhirnya kupejamkan mata, dan sebentar kemudian Daniya menghampiriku ikut-ikutan berbaring hingga kami pun ketiduran selama hampir 3 jam! Dalam tidur siang itu, karena mungkin dalam keadaan tak enak badan, mimpiku juga nggak jauh-jauh dari rasa sakit. Mimpi pusing kepala ngga sembuh-sembuh. Dan ketika terjaga dari tidur, memang kepala ini masih beraaaaat, dan perut semakin mual. Ditambah badan lemas dan gemetaran. 

Astaghfirullah... Ternyata mendapat ujian kecil seperti ini saja sudah merasa menderita, dan tak berdaya. Padahal baru beberapa waktu yang lalu aku sehat bugar dan banyak agenda yang akan kujalankan. Termasuk berkumpul dengan teman-temanku siang ini untuk sebuah kegiatan sosial. Betapa lemah ya kita sebagai manusia. Hanya bisa berencana dan ketika mau melakukannya, ternyata rasa sakit menghalangiku untuk melaksanakan rencanaku tersebut. 

Aku memutuskan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit kepala dosis rendah, sebagai ikhtiar untuk kesembuhanku. Sebentar kemudian justru mualku tak tertahan lagi, hingga aku muntah-muntah sebanyak dua kali. 

Nampaknya aku benar-benar tak bisa menghadiri pertemuan dengan teman-teman yang sudah direncana beberapa hari sebelumnya. Kutelepon salah seorang teman, mengabarkan kondisiku, dan ia pun maklum kalau aku tak bisa ikut serta dalam pertemuan ini. Ia pun sanggup meng-handle tugasku sementara. (Makasih Bu Eni... enaknya punya temen baik)

Menjelang sore, berangsur-angsur sakit kepalaku menghilang. Badanku pun tak lagi lemas, rasa mual seketika hilang entah ke mana.

Tiba-tiba aku merasa begitu sehat...fresh! Aneh, tapi Alhamdulillah.... 
Ujian sakit yang tak terlalu lama ini benar-benar memberiku kesadaran, betapa rasa sehat itu amat sangat luar biasa nikmat! 

So, kucoba mengisi kesehatan ini untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Introspeksi diri, jangan-jangan banyak waktu yang kulewatkan untuk hal-hal yang kurang atau bahkan tak penting....

Sementara aku masih bertanya-tanya....apa ya, yang menyebabkan aku kemarin sehat, tiba-tiba sakit trus tiba-tiba sehat lagi? Allahu a'lam.

02 Maret 2009

Hilangkan Gundahku dengan Bersyukur


Alhamdulillah. Setelah beberapa hari aku lesu, perlahan semangat ini mulai bangkit. 

Tak selamanya kemauan kita adalah kebaikan. Memohon kepada Allah Yang Mahatahu, apa yang terbaik buat ku.

Menenangkan gejolak kalbu, dengan banyak-banyak mengingat, menghitung...betapa ni'mat Allah SWT begitu melimpah. Bahkan tak terhitung...

Jadi, meski kegelisahan dan gundah tengah melanda, hati bisa bersabar. Dibandingkan dengan keinginan yang belum tercapai, sesungguhnya ni'mat yang Dia berikan jauh lebih banyak.

Hidup ini indah, karena kasih sayang Allah SWT.