Kue Kabin
Entah dari mana asalnya, camilan ini bisa bernama Kue Kabin. Suamiku menyebutnya demikian, ketika aku membuatkan snack ini. Bahan dasarnya adalah Crackers asin, diberi/diisi ragout dan digoreng dengan adonan terigu. Lebih lengkapnya sebagai berikut:
Bahan Utama
1 Pak Crackers Asin (-+ 20 buah)
Minyak goreng
Bahan Isi Ragout
1 buah Wortel ukuran sedang, dipotong dadu kecil-kecil
1 buah Kentang ukuran sedang, dipotong dadu kecil-kecil
2 helai daun seledri dirajang lembut
4 butir merica
1 siung bawang putih
2 sdm susu kental manis
1/2 gelas air
1/2 gelas larutan tepung kanji 2 sdm
1/2 sdt gula pasir
Garam secukupnya
Bahan Pelapis
2 sdm tepung terigu
1 siung bawang putih
Garam secukupnya
Cara Membuat:
Adonan Isi
Haluskan merica, bawang putih dan garam. Panaskan 2 sdm minyak goreng dalam wajan. Masukkan bumbu halus, aduk-aduk hingga harum. Masukkan potongan wortel, kentang dan daun seledri. Beri air secukupnya, tutup wajan hinggawortel dan kentang empuk. Masukkan gula pasir dan susu cair. Aduk sebentar. Masukkan larutan tepung kanji sambil diaduk-aduk hingga mengental. Matikan api, dan sisihkan masakan isi dalam wadah.
Bahan Pelapis
Haluskan bawang putih dan garam. Campur dengan tepung terigu, beri air secukupnya hingga menjadi adonan yang agak kental. Tempatkan dalam wadah.
Siapkan masing-masing 2 buah crackers untuk mengapit adonan isi.
Panaskan minyak, masing-masing dicelupkan ke dalam bahan pelapis, lalu goreng hingga kuning kecoklatan.
Sajikan dengan cabai rawit, boleh juga ditemani dengan teh manis.
Hmmm... lezat..
20 Februari 2008
19 Februari 2008
21 Januari 2008
I hope that today is better than yesterday
Berharap supaya hari ini lebih baik dari kemarin. Terutama dalam mengendalikan emosi.
Wafiy beberapa waktu sekarang, setelah kelahiran Daniya; memang nampak jauh lebih mandiri. Perubahannya cukup drastis, terutama dalam masa-masa menjelang tidur. Sebelum adiknya lahir, Wafiy ngga pernah bisa lepas dariku. jangankan terpisah kamar. Di atas kasur-pun aku harus selalu nempel ke tubuhnya, sambil tangannya memegang rambutku.
Sekarang ini Wafiy sudah menempatkan diri bersama abinya dan Wafdan, menjelang tidur. Paling ia lari sebentar ke kamarku, sekadar nengokin, sambil berucap "Met bobok, Mi..." terus dia balik ke kamar depan. Kadang-kadang malah sekarang giliranku yang merasakan ada yang hilang ... ^_^
WAFIY...UMMI SAYANG KAMU...
Wafdan & Wafiy, keduanya terlihat sayang kepada adik baru mereka. Terutama Wafdan. Ia begitu nampak dewasa di depan Daniya, Si Adik Bayi. Terkadang terlalu khawatir saat mendengar tangisan Daniya. Ia selalu buru-buru memaksaku untuk menolong dan mengatasi tangis Si Kecil. Wafdan juga suka sekali membaca hafalan surat Al Quran di depan Daniya.
WAFDAN...I LOVE YOU TOO ...
Kalau Wafiy kelihatan lebih sering gemez-nya bila ketemu Daniya. Ngga pernah bisa nahan untuk mencium-cium pipi Daniya, sambil mengelus-elusnya...
MY CHILDREN..., I LOVE YOU ALL...
Ummu Daniya
Wafiy beberapa waktu sekarang, setelah kelahiran Daniya; memang nampak jauh lebih mandiri. Perubahannya cukup drastis, terutama dalam masa-masa menjelang tidur. Sebelum adiknya lahir, Wafiy ngga pernah bisa lepas dariku. jangankan terpisah kamar. Di atas kasur-pun aku harus selalu nempel ke tubuhnya, sambil tangannya memegang rambutku.
Sekarang ini Wafiy sudah menempatkan diri bersama abinya dan Wafdan, menjelang tidur. Paling ia lari sebentar ke kamarku, sekadar nengokin, sambil berucap "Met bobok, Mi..." terus dia balik ke kamar depan. Kadang-kadang malah sekarang giliranku yang merasakan ada yang hilang ... ^_^
WAFIY...UMMI SAYANG KAMU...
Wafdan & Wafiy, keduanya terlihat sayang kepada adik baru mereka. Terutama Wafdan. Ia begitu nampak dewasa di depan Daniya, Si Adik Bayi. Terkadang terlalu khawatir saat mendengar tangisan Daniya. Ia selalu buru-buru memaksaku untuk menolong dan mengatasi tangis Si Kecil. Wafdan juga suka sekali membaca hafalan surat Al Quran di depan Daniya.
WAFDAN...I LOVE YOU TOO ...
Kalau Wafiy kelihatan lebih sering gemez-nya bila ketemu Daniya. Ngga pernah bisa nahan untuk mencium-cium pipi Daniya, sambil mengelus-elusnya...
MY CHILDREN..., I LOVE YOU ALL...
Ummu Daniya
20 Januari 2008
My Days With New Baby Girl
Daniya Ahsani Mufida, my first daughter - the third of my children. Kelahiran putriku ini memberi kisah yang cukup berbeda dibandingkan kelahiran kedua kakaknya.
Lahir melalui operasi SC (Sectio Caesaria). Tanggal 30 Desember 2007 tengah malam, pukul 23.30 WIB. Berat lahir: 3400 gram. Panjang lahir: 49 cm.
Pengalaman pertama lahiran dengan operasi. Ternyata lebih repot dan berat ditinjau dari beberapa sisi. Baik dari rasa sakit yang ternyata lebih lama daripada lahiran normal, pun dari sisi biaya/materi yang perlu dikeluarkan.
Bagaimanapun, inilah jalan yang telah menjadi kehendak-Nya. Semua pasti ada hikmahnya, tak ada yang perlu disesali karena ni'mat dan karunia Allah SWT jauh....lebih banyak.
Alhamdulillah... Ya Rabbi, mohon selalu Engkau bimbing kami menuju keridhoan-Mu. Mohon ampun atas dosa-dosa, khilaf dan kesalahan kami.
Ummu Daniya
Lahir melalui operasi SC (Sectio Caesaria). Tanggal 30 Desember 2007 tengah malam, pukul 23.30 WIB. Berat lahir: 3400 gram. Panjang lahir: 49 cm.
Pengalaman pertama lahiran dengan operasi. Ternyata lebih repot dan berat ditinjau dari beberapa sisi. Baik dari rasa sakit yang ternyata lebih lama daripada lahiran normal, pun dari sisi biaya/materi yang perlu dikeluarkan.
Bagaimanapun, inilah jalan yang telah menjadi kehendak-Nya. Semua pasti ada hikmahnya, tak ada yang perlu disesali karena ni'mat dan karunia Allah SWT jauh....lebih banyak.
Alhamdulillah... Ya Rabbi, mohon selalu Engkau bimbing kami menuju keridhoan-Mu. Mohon ampun atas dosa-dosa, khilaf dan kesalahan kami.
Ummu Daniya
Langganan:
Postingan (Atom)