04 Maret 2010

Neighbour Gathering yang Asyik Punya




Tetangga adalah orang terdekat kita, melebihi saudara. Selayaknya, interaksi dengan para tetangga senantiasa diperbaiki. Keakraban dengan tetangga sangat berpengaruh besar bagi suka duka kehidupan kita sehari-hari. Bagimana tidak? Kenyamanan keseharian kita, sangat ditentukan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal kita, di mana para tetangga juga menjalani aktivitas sehari-hari mereka.

Syukur Alhamdulillah... kami sekeluarga memiliki tetangga yang baik. Saya biasa berbagi cerita dengan akrab, kadang bercanda, terutama dengan para ibu tetangga. Saling pengertian juga telah terjalin. Hal yang biasa bila ada salah satu yang merepotkan yang lain. Semisal ada yang sedang membangun/renovasi rumah, tentu ada sedikit banyak ketidaknyamanan bagi para tetangga. Namun kami saling memahami dan memaklumi.

Kami juga sering sekali saling menghadiahi sekadar makanan kecil, hasil masakan, oleh-oleh, dan sebagainya. Terkadang kami masak bersama, rujak party, sambil berbagi cerita.

Minggu lalu, atas prakarsa salah seorang tetangga, kami pergi berwisata bersama. Alhamdulillah, hampir semua bisa ikut. Setidaknya ada perwakilan dari tiap rumah yang menjadi warga di gang kami. Alhamdulillah...

Menikmati indahnya hari-hari


Indahnya hari, bila dipadati dengan aktivitas yang bermanfaat. Hidup ini terasa lebih bermakna. Segala kegelisahan, gundah dan ketidakbahagiaan menjadi hilang.

Memang semestinya tak boleh membiarkan diri dimanjakan dengan harapan yang terlalu tinggi. Itu hanya angan-angan. Harapan disesuaikan saja dengan kemampuan. Segera kerjakan yang bisa dulu, bertahap...

Meski ada suatu pengharapan yang sudah lamaaaaaaaa sekali ingin diraih, dan ternyata belum diijinkan-Nya untuk kunikmati; hal itu tak boleh menjadikanku putus pengharapan. Sekaranglah waktunya untuk tawakkal, berserah diri. Dan lanjut, untuk mengejar keinginan yang lain...

Gerangan apa yang membuatku tak bahagia? Ni'mat Tuhan manakah yang pantas untuk kudustakan? Astaghfirullah...

12 Februari 2010

Daniya Belajar Mewarnai


Pagi ini, lembar kerja Daniya adalah gambar Hello Kitty. Selain belajar pengenalan warna Merah, Hijau, Kuning, Biru, dan Oranye; Daniya juga belajar pengenalan huruf A, B, dan angka 1, 2.

Namanya baru dua tahun, mewarnainya masih corat coret dan keluar garis batas. Tapi Daniya menyadarinya. Dan bilang masih kecil, jadi mewarnainya belum rapi. Hi hi... Lucunya, pas disuruh mewarnai bagian Hello Kitty, Daniya menolak mentah-mentah. Dibiarkannya tetap polos tanpa tersenggol warna krayon.

Katanya:"Jangan, Hello Kitty-nya jangan diwarnai... nanti nggak kelihatan...!" He he... sadar banget kalau dia mewarnai, akhirnya gambar asli ketutup oleh warna krayon yang tebal.

Senangnya lihat putriku sangat bersemangat, seolah sudah sekolah. Sesekali Daniya memindahkan sendiri kursinya, mencari posisi yang nyaman.

Selamat belajar, Nak...

09 Februari 2010

Selera Makan Bumil

Beberapa hari ini, kurang bernafsu makan nasi. Yang ingin dimakan yang seger2, semacam buah, jus, air jeruk, air putih, susu dingin...
Baru setelah terasa laparrr banget, kelabakan deh!

Seperti pagi ini. Berangkat pertemuan dengan teman-teman, tanpa didahului sarapan. Selesai pertemuan sudah jam 12 siang. Badan gemetaran, lapar sudah nggak bisa ditahan. Akhirnya, makan banyak juga.

08 Februari 2010

Jerawat Bumil

Berbeda dengan kehamilan pertama dan seterusnya, kehamilan ke empat-ku ini diwarnai dengan munculnya banyak jerawat halus di muka dan sekitarnya. Kadang terasa gatal, terlebih sekitar dahi dan dagu. Kadang biasa aja.

Meski tak terlalu mengganggu, namun sempat membuatku bertanya-tanya. Kenapa sih? Baca-baca artikel dari berbagai referensi, ternyata hal ini banyak terjadi pula pada ibu hamil yang lain. So, wajar aja..

Salah satu referensi yang kubaca menyebutkan, bahwa setiap wanita pasti mendambakan kulit sehat, cantik dan bersih? Namun, seringkali mereka mengeluhkan wajahnya berjerawat saat hamil.

dr. Martina Claudia, Spog dari Siloam Hospital menyarankan Bunda tidak perlu kuatir karena ini merupakan hal yang wajar. Umumnya jerawat akan muncul pada usia kehamilan 8-12 Minggu disebabkan hormon. Hormon yang meningkat saat Bunda hamil merangsang kelenjar sebum yang dapat menimbulkan jerawat. Mekanismenya sama ketika para remaja mulai memasuki usia puber.

Ada hubungannya dengan jenis kelamin dalam kandungan?

Untuk Bunda yang sedang mengandung bayi laki-laki otomatis hormon testosteron akan meningkat. Hormon ini memang berpengaruh lebih banyak menimbulkan jerawat dibanding hormon estrogen (jika bayi perempuan). Makanya tidak heran banyak yang mengatakan “Kalau Bunda-nya terlihat cantik pasti bayinya perempuan.”. meski begitu bukan berarti Bunda yang mengandung bayi perempuan lantas bebas dari jerawat. Yang terpenting jagalah selalu kebersihan wajah (cuci muka pagi, siang dan sore) karena kotoran yang menempel bisa menimbulkan infeksi yang berujung pada munculnya jerawat.

Bagaimana dengan Obat dan Suntik Vitamin C?

Dr. Claudia mengingatkan supaya Bunda hati-hati terhadap obat-obatan teratogenic (obat yang diminum). Efeknya bisa sampai menimbulkan kecacatan permanen seperti bibir sumbing atau kelainan jantung. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Bunda.

Untuk suntik vitamin C dr. Claudia menyarankan sebaiknya hal ini tidak dilakukan, mengingat organ-organ tubuh dalam janin sedang berkembang seperti otak, paru-paru, sumsum, dll. Cairan yang disuntikan dan langsung bercampur dengan darah dikuatirkan dapat menggangu perkembangan janin.

Makanlah secara teratur dengan porsi seimbang, karbohidrat 60%, lemak 20%, protein 20% ditambah susu + kalsium. Tenang saja, karena faktor utamanya adalah hormon maka setelah melahirkan wajah Bunda akan kembali normal dan bisa tampil cantik lagi. Untuk saat ini utamakan kesehatan janin daripada penampilan...

Oke deh...

30 Desember 2009

Kado spesial dari DaNiYa pada miladnya


Hari ini putriku genap berusia dua tahun. Tak ada perayaan spesial. Karena toh bagi Daniya sendiri, belum membutuhkan perayaan.

Tahun lalu milad Daniya kami rayakan dengan mengundang beberapa teman, tetangga, sebagai sebuah momen untuk mengungkapkan rasa syukur akan kehadirannya di tahun pertama. Dan tentunya perayaan ulang tahun semacam ini bukanlah sesuatu yang wajib untuk diselenggarakan tiap tahun. Justru hakikat rasa syukur itu-lah yang mesti senantiasa tertanam di dalam hati untuk setiap perkembangan anak-anak kita.

Sebagaimana hari ini, alhamdulillah.... rasa syukur melingkupi hati ini. Betapa kehadiran Daniya memberikan kebahagiaan bagi kami. Semua sayang dan merasa terhibur dengan si kecil yang cerdas, lucu, lincah dan pintar ini.

Baik aku, abinya, pun kedua kakaknya; sering terkesima dengan kepandaian Daniya. Bagaimana anak seusia dia telah mampu mengolah kata-kata sebagai hasil analisa berfikirnya. Daniya sangat tangkas menjawab berbagai pertanyaan dengan jawaban yang logis. Banyak hal yang telah kami ajarkan, mampu pula diceritakan dengan bahasanya sendiri. Daniya juga sudah bisa menghubung-hubungkan banyak hal dan peristiwa. Sudah mulai mengenal lawan kata, persamaan kata, bisa membedakan konotasi positif dan negatif...

Subhanallah.... sementara, masih banyak anak seusianya yang baru mulai belajar bicara. Dan Daniya justru sudah hilang cadelnya. Tinggal memperjelas sedikit lagi bunyi huruf R.

Hari ini pun, Daniya sudah berkurang dan nyaris hilang rewelnya. Beberapa hari ini, penyesuaian diri karena disapih. Kali ini dia sudah mengerti dan seolah menyemangati dirinya agar tak tergoda minta ASI. :-) Daniya pun nampak sudah menyayangi calon adiknya. Mengelus-elus perutku sambil berkata: "Sayang... Dhedhe'...."

Justru Daniya-lah yang memberikan kado spesial bagi kami, di hari ulang tahunnya. Terima kasih Daniya sayang.... Mmmmmuah!

Alhamdulillah... segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan amanah si kecil Daniya. Semoga Daniya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sholihah, mashlahat, menjadi cahaya mata bagi siapa saja yang mengenalnya. Amin.

17 Desember 2009

Anak-anakku Menjelang Khitan


Wafdan beberapa hari lalu genap berusia sepuluh tahun. Perubahan fisiknya mulai terlihat. Raut wajah yang semula selalu khas dengan wajah bocah; kini mulai berubah lebih matang. Biasanya lucu kalau difoto, sekarang semakin nampak serius. Insya Allah, Wafdan sudah siap lahir batin untuk menghadapi khitan next Sunday....

Sementara Wafiy, usianya kini 7 tahun 4 bulan. Tentu masih kental sikap kanak-kanaknya. Selalu enjoy dalam bermain-main, dan tak pernah tertekan menghadapi sekolahnya. Semula aku ragu untuk sekalian mengkhitankan-nya berbarengan dengan Si Kakak. Khawatir belum siap mental. Namun, semakin hari Wafiy semakin menunjukkan kemantabannya untuk sekalian dikhitankan. Bahkan ia sudahmengabarkan rencana ini kepada teman-temannya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kalian, Wafdan & Wafiy...
Menjadikan kalian anak-anak yang sholeh dan mashlahat. Amin.