28 Agustus 2009

Menyambut Ramadhan 1430 H

Marhaban Ya Ramadhan....
Wafdan, Wafiy dan Daniya bersemangat sekali mengikuti tarawih pertama. Wafdan & Wafiy juga bertekad untuk maju teruuuuuuus pantang mundur! Untuk bisa melaksanakan puasa full!


Dadakan Lomba 17-an

Lomba? Ada - engga ada - ada - engga ada... Anak-anak kecil pada penasaran, menunggu-nunggu pengumuman diadakannya lomba 17-an dari RT. Namun, dari pagi hingga sore, ternyata harapan untuk mengikuti perlombaan semakin tak menentu dan memudar.

Demi menyaksikan tampang sedih dan penasaran dari para krucil; terketuklah hati Bu Awan, untuk mengadakan lomba dadakan buat anak-anak kecil di Mawar X. Ide Bu Awan langsung didukung oleh Bu Ryan, Tante Yanti, Ibu Angga, dll. Mengadakan lomba dadakan!

Dengan perlengkapan seadanya; lomba pun digelar. Anggi, Jejen, Intan, para anak yang beranjak ABG pun ikut partisipasi untuk bantu-bantu mengurusi, mencatat-catat, merangkap peserta juga.

Pesertanya...anak-anak Gang Mawar X. Rama, Wafdan, Wafiy, Wicak, Galih, Sinta, Fira, Lifa, Anggi, Jejen, Intan. Sikecil Daniya & Angga ikut-ikutan mondar-mandir ketawa-ketiwi.

Ada lomba makan krupuk (wah...ngga kefoto, karena aku telat keluar)
Lomba kelereng.
Lomba Balap Karung.
Lomba Tarik Tambang.
Lomba masukin paku ke botol.

Wah. Ternyata luar biasa heboh!! Soalnya lomba begini, jadi lebih seru karena kita semua tak terlalu mengikuti aturan. Boleh curang :) ORangtua boleh mbantuin.. :) Jadinya... para ibu heboh dan terpingkal-pingkal membantu anaknya, sementara, anak yang lain teriak-teriak, protes kalau lawan mereka curang dan ngga beraturan.

Namun, akhirnya semuanya nampak senang dan puas. Yang penting seru banget kebersamaan ini. Meski RT ngga ngadain kegiatan 17-an, tapi Gang Mawar X ngadain sendiri. Tetep kompak...

Hadiahnya? Masing-masing anak minta ke orangtua sendiri-sendiri. He he.








06 Agustus 2009

Virus Flu Onta


PERNAHKAH Anda mendengar istilah seperti judul di atas?
Bagaimana dengan istilah yang satu ini: H1N1 (baca: virus penyebab swine influenza alias flu babi)?

Adalah seorang tentara di Port Dix, Amerika Serikat, pada 5 Pebruari 1976, yang menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokan harinya. Dokter menyatakan, kematiannya disebabkan oleh virus Influensa A (H1N1).

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala H1N1 antara lain ditandai dengan demam, batuk, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, lemah lesu, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

Sebuah sumber mengatakan, Influensa A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Karena itu, penyebarannya sangat cepat. Namun demikian, angka kematiannya rendah, sekitar 0,4 persen.

Berdasarkan data terakhir, sejak pertama kali dilaporkan menimpa seorang bayi perempuan berumur enam bulan asal San Luis Potosi, Meksiko, pada 24 Pebruari 2009 lalu, virus H1N1 kini sudah menyebar hampir ke setiap negara di berbagai belahan dunia dengan korban jiwa lebih dari 700 orang meninggal dunia. Termasuk di negeri kita tercinta, Indonesia, yang sudah mencapai 444 kasus (29/7/2009).

Antara Onta dan Babi, Sebuah Fakta yang Tak Terbantahkan

Sejauh ini, onta (camelus) lebih banyak dikenal orang hanya sebagai spesies hewan gurun berkuku genap dan berpunuk satu (camelus dromedarius) atau berpunuk dua (camelus bactrianus) yang biasa ditemukan di Jazirah Arab, Asia Tengah, dan sebagian wilayah gurun di Afrika Utara sebagai sarana transportasi tradisional dan hewan pengangkut. Tidak banyak yang tahu, bahwa hewan yang mempunyai rata-rata harapan hidup berkisar antara 30 hingga 50 tahun ini merupakan salah satu penghasil susu dengan kualitas nutrisi yang lebih baik dari susu sapi (Wikipedia), selain tentu saja sumber daging yang halal dikonsumsi.

Bahkan kini sudah dapat dinikmati secara luas produk coklat yang terbuat dari susu onta. Sebuah terobosan yang dilakukan oleh perusahaan Al-Nassma milik Syaikh Muhammad bin Rasyid Al-Maktum yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, bekerja sama dengan Austria Chocolatier Manner, sudah mulai memasarkan produk coklat susu onta mereka ke pasaran dunia untuk pertama kalinya.

Perusahaan Al-Nassma telah menyiapkan 3000 onta yang dimiliki di sebuah peternakan di Dubai supaya mampu memproduksi sekitar 100 ton coklat susu onta premium setiap tahunnya. Semua coklat yang dihasilkan tanpa bahan-bahan kimia tambahan, tetapi dengan campuran rempah-rempah lokal yang terkenal seperti kacang-kacangan dan madu.

Susu onta dipercaya lebih sehat dan bergizi daripada susu sapi, mengandung lima kali lebih banyak vitamin C, sedikit lemak, sedikit gula, dan lebih banyak insulin; sehingga menjadikan coklat susu onta sebagai pilihan yang tepat bagi penderita diabetes dan orang yang harus mengkonsumsi gula sedikit.

Air seni onta juga terbukti secara ilmiah manjur untuk mengobati kanker. Setelah melewatkan waktu lebih dari lima tahun penelitian di laboratorium, Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid, ilmuwan Saudi staf pengajar di King Abdul Aziz University dan Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd itu menemukan bahwa partikel nano dalam air seni hewan onta dapat melawan sel kanker dengan baik. Efektivitas air seni onta untuk melawan sel kanker sudah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh International Cancer Institute.

Penelitian itu menghasilkan mendali emas bagi tim peneliti atas inovasinya, yang diberikan oleh Kerajaan Saudi pada tahun 2008. Dan obatnya terpilih sebagai salah satu dari enam inovasi terbaik dari total 600 inovasi yang diajukan dalam International Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2009 yang diselenggarakan di Malaysia pada bulan Mei.

“Pengobatan ini bukan sebuah penemuan baru, melainkan diambil dari warisan peninggalan Nabi kita,” kata Dr. Khorshid mengacu pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Diceritakan oleh Abi Qilaba dari Anas r.a., “Ada sekelompok orang ‘Ukl atau ‘Urainah mendatangi Madinah, namun cuaca Madinah tidak cocok untuk mereka. Nabi Saw. menyuruh mereka untuk pergi ke kandang onta dan meminum susu dan air seninya. Lalu mereka melakukan sebagaimana yang diperintahkan dan mereka menjadi sehat.” (Hadis No.235, Kitabul Wudlu, Shahih Bukhari)

Dan lebih dari itu, satu hal yang pasti sampai detik ini saya belum pernah mendengar istilah virus flu onta, yaitu penyakit flu yang disebabkan oleh virus onta. Belum pernah sekalipun. Atau mungkin ada di antara Anda yang pernah mendengarnya sebelum ini?

Bagaimana dengan fakta seputar babi?

Babi atau celeng (dalam bahasa Jawa) adalah hewan bermancung panjang, berhidung leper, dan termasuk kelompok omnivora (memakan semua jenis makanan, baik daging maupun tumbuh-tumbuhan).

Dalam Al-Qur’an, sebagai hewan, babi hukumnya najis (najis mughaladhah, najis berat) jika disentuh dan haram untuk dimakan oleh umat Islam. Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kalangan Kristen. Namun, babi banyak dikonsumsi orang Eropa dan Tionghoa. Beberapa suku bangsa di Indonesia selain suku Tionghoa-Indonesia juga suka mengkonsumsi babi, yaitu suku Bali, Batak, dan Manado (Wikipedia).

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (Q.S. Al-Maa-idah [5] : 3)

Fakta-fakta di lapangan tentang babi menjadi alasan empiris sekaligus ilmiah yang menguatkan penegasan Al-Qur’an akan keharamannya seperti yang diabadikan dalam beberapa ayatnya, salah satunya pada ayat di atas.

Ilmu kedokteran pun telah membuktikan bahwa babi adalah inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya. Sistem biokimia babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh uric acid (asam urat, C5H4N4O3) dari dalam tubuhnya. Bertolak belakang dengan sistem metabolisme dalam tubuh manusia yang mengeluarkan 98% kandungan asam uratnya melalui air seni. Asam urat adalah sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna dan bersifat racun.

Dr. Murad Hoffman, seorang pengarah klinik laboratorium mikrobiologi di Boston Medical Center, Massachusetts, yang juga seorang asisten professor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi, di antaranya anthrax, influensa, leptospirosis, rabies, dan salmonellosis.

Babi adalah binatang yang paling jorok, sangat suka berada di tempat yang kotor, suka memakan kotorannya sendiri, tidak tahan terhadap sinar matahari, pemalas, tidak gesit, dan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Babi juga suka dengan sejenis dan tidak pencemburu (A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov, dalam buku Adaptive Physiology on Mammals and Birds).

Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyimpulkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan colon (usus besar). Persentase penderita kedua penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi meningkat drastis, terutama di negara-negara Eropa, Amerika, Cina dan India. Sementara di negara-negara Islam persentasenya sangat rendah, hanya 1/1000 orang. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan di Sao Paulo, Brasil, 1986.

Adakah fakta lain tentang babi?

Islam mengajarkan pada umatnya tentang tata cara penyembelihan hewan yang halal dikonsumsi. Yaitu diawali dengan menyebut nama Allah Yang Mahakuasa dan kemudian membuat irisan memotong urat nadi leher hewan dan membiarkan urat-urat dan organ lainnya utuh. Cara ini akan mengakibatkan kematian hewan secara perlahan karena terputusnya sirkulasi darah dalam tubuh.

Bukan dengan cara mencederai organ vital hewan, seperti dengan cara menusuk bagian jantung, hati, atau dengan memukul bagian kepalanya. Sebab dengan mencederai organ-organ vital tersebut, hewan akan meninggal seketika dan darahnya akan mengumpul dalam urat-uratnya yang pada akhirnya mencemari daging. Daging hewan akan tercemar oleh asam urat sehingga mengandung racun.

Pada titik inilah, para ahli makanan baru menyadari betapa sempurnanya tuntunan ajaran Islam.

Tahukah Anda, bahwa babi tidak punya leher dan karenanya otomatis tidak bisa disembelih di bagian lehernya?

Tentu tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Allah Swt. mendesain fisik babi tidak berleher dan Rasulullah Muhammad Saw. mengajarkan pada umatnya untuk menyembelih hewan di lehernya. Mahabenar Allah yang telah mengharamkan babi bagi umat Muhammad Saw. dan menunjukkan bukti-bukti ilmiah kebenarannya dengan cara-Nya sendiri yang sangat elegan.
***

Menurut The Spoof, situs yang memarodikan berita-berita utama media internasional, seorang ilmuwan Paris berkata, “We should do like Moslem do. Not eat pigs. Then swine flu virus would disappear.” Kita harus seperti orang Islam. Tidak makan babi. Dengan begitu, flu babi akan lenyap (dengan sendirinya).

Demikianlah, kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 2)

Maka, adakah yang mau mengambil pelajaran darinya?

Allahu a’lam bish-shawaab.

Sumber
Virus Flu Onta

Shared via AddThis

16 Juli 2009

Pelajaran Untukku & Untuknya

Belakangan ini aku merasakan kejangalan dalam hal jumlah nominal dana harian yang aku kelola. Namanya ibu rumah tangga, yang musti teliti dan hati-hati membelanjakan harta pemberian suami. Harus mengatur sedemikian rupa, supaya jatah bulanan yang diberi oleh suami cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tetek bengek rumah tangga. So, bila keliru sedikit atau ada selisih dalam perhitungannya, pasti aku memeras ingatan:

”Habis beli apa ya, kok dana yang tersisa jumlahnya sekian?”

Aku menyimpan dana cash dengan mengelompokkan masing-masing sepuluh lembar. Sembilan lembar lurus, dan satu lembar ditekuk untuk pembatas sekaligus menjepit yang sembilan lembar tadi. Tentunya dengan berulang kali menghitung secara teliti, memastikan bahwa masing-masing kelompok tak lebih dan tak kurang dari sepuluh lembar.

Selanjutnya aku selalu rajin untuk melakukan pembukuan. Mencatat pembelanjaan harian, belanja insidental, juga pengeluaran-pengeluaran tak terduga yang jumlahnya lumayan besar. Sehingga aku dapat memantau dan memperkirakan apakah dana yang tersisa masih cukup hingga akhir bulan nanti. Sekaligus berintrospeksi, apakah aku telah berhemat atau justru boros membelanjakan untuk hal-hal yang kurang perlu.

Beberapa waktu lalu, ketika sedikit diburu waktu untuk membayar barang yang kubeli; sebenarnya aku sudah merasa bahwa dalam kelompok-kelompok dana cash-ku, jumlahnya masing-masing berkurang satu. Tapi karena waktu itu kufikir mungkin hanya sekilas menghitung, dan nanti saja menghitung ulang, sehingga kubiarkan saja sisa dana cash di tempat penyimpanannya tanpa kuhitung lagi.

Kemarin, aku hendak membayar uang sekolah anak-anak. Aku mengambil satu kelompok uang, ditambah enam lembar lagi. Kufikir membawa dana pas saja, masih ada kembalian sedikit. Ngga tahunya, sampai di tempat pembayaran, aku sedikit gelagapan. Karena satu kelompok uang yang kukira berjumlah sepuluh lembar, ternyata hanya ada sembilan lembar. Ditambah enam lembar lagi hanya berjumlah lima belas lembar. Padahal yang kubutuhkan enam belas lembar. Wahh... Berulang aku hitung-hitung lagi sebelum menyerahkan kepada kasir. Karena memang jumlahnya kurang, terpaksa aku mengambil lagi dari dompet lain. Yang sedianya untuk jatah belanja.

Heran..., sampai di rumah aku menuju tempat penyimpanan dana cash. Dan aku lumayan terkejut, karena setelah kuhitung, masing-masing kelompok uang... jumlahnya tinggal... sembilan.

”Masa sih aku salah ngitung? Kalau salah biasanya kan hanya satu kelompok saja yang jumlahnya kelebihan atau kurang. Ini.. tiap kelompok jumlahnya tinggal sembilan, alias berkurang masing-masing satu lembar? Waduh.....Bisa kurang nih.. jatah dana sampai akhir bulan...”

Saat itu aku langsung merenung. Berarti aku kurang amanah terhadap dana yang diberikan oleh suami. Hingga kebingungan, kok uang bisa berkurang dalam jumlah yang significant. (he he kebawa istilah hasil penelitian data tesis). Mana aku ngga tahu, uang itu ke mana?

Selama ini aku memang menaruhnya di sebuah dompet panjang, di dalam tas, dan tas tersebut biasa aku geletakkan di mana saja. Kadang di kursi, kadang di kasur, dan terakhir aku letakkan di dalam box terbuka dekat meja kecil. Anak-anak sampai pada tahu, kalau harta umminya ada di tempat tersebut. Dan nampaknya.... si emba juga tahu kalau aku menyimpan dana di situ.

’Deggg’ tiba-tiba ada getaran di dadaku. Aku tak mau berburuk sangka. Selama ini aku mempercayai siapa saja yang bekerja di rumahku. Si Emba yang dulu-dulu bekerja sampai tahunan, Alhamdulillah... tak ada kasus ketidakjujuran dalam hal uang dan barang berharga. Paling-paling pulsa telpon.. he he..

Mba yang sekarang memang baru dua bulan bekerja kembali di rumah kami. Setahun yang lalu minta berhenti karena alasan merawat suaminya yang sakit-sakitan. Dua bulan lalu, ia kembali bekerja bantu-bantu mencuci dan bersih-bersih di rumah kami.

Nah, karena aku tak mau terus-menerus berprasangka; berulang kali aku menepis fikiran-fikiran yang muncul, bahwa mungkin si emba yang mengambil uangku. Aku lalu menghitung kembali secara teliti jumlah nominal yang terdapat di dompet. Kuulang lagi, memastikan jumlahnya. Lalu menyimpan kembali, dan bertekad setelah ini aku harus lebih teliti dan hati-hati. Jumlah yang tersisa tak banyak lagi, sehingga aku yakin perhitunganku benar. Sayangnya, aku lupa untuk memindahkan tempat penyimpanan tas yang menampung dompet hartaku itu. Dan tetap saja menaruh tas itu di sebuah box terbuka dekat meja seperti biasanya.

Pagi ini, setelah anak-anak berangkat sekolah; dan si emba datang; aku mengajak si kecil bermain ke luar. Berjalan-jalan, melihat burung merak milik tetangga kami, dan berbincang-bincang dengan para ibu tetangga yang kebetulan bertemu. Aku tinggalkan si emba sendirian di rumah, untuk mencuci dan berbenah, melakukan rutinitas seperti biasanya.

Sebentar kemudian datang tukang ayam langganan. Aku memesan satu ekor, sementara ayam dipotong-potong oleh penjualnya, aku menuju rumah untuk mengambil uang, karena aku tak membawa uang waktu pergi ke luar tadi.
Saat hendak mengambil uang dari dompet penyimpanan, kembali aku dipaksa untuk mengerutkan dahi.

”Kok... jumlahnya berkurang satu lembar lagi ya...?” Wah... sepertinya alibiku mulai kuat nih. Sore kemarin baru kuhitung, kupastikan jumlahnya sekian. Sampai pagi ini belum ku utak-atik lagi dana yang tersimpan di dompet itu. Dengan perasaan gamang..., kuambil selembar uang yang ada di dompet tersebut, menuju ke tukang ayam untuk membayar belanjaanku. Dalam hati aku masih bertanya-tanya...

Setelah itu, perasaanku kian tak menentu. Dalam hati kecil aku yakin... berkurangnya jumlah uangku, ada kaitannya dengan si emba. Tapi... aku juga tak mau menuduh begitu saja.

Akhirnya, dengan Bismillah..., berusaha untuk tidak menampakkan kecurigaanku padanya, aku berbicara kepada emba:

”Mba...., habis ini bantu ummi nyari uang ummi yang hilang ya? Satu lembar mba.... Ummi khawatir, nanti uang ummi ngga cukup sampai akhir bulan. Kan uang sekolah anak-anak naik, terus kebutuhan yang lain banyak. Belum lagi nanti untuk jemputan sekolah, buat emba juga nanti....”

”Oh... ya Mi...” sahutnya. Aku berusaha mengucapkan kata-kata lagi, yang menunjukkan ketidakcurigaanku padanya. Terpaksa aku menjadikan anakku yang besar sebagai alasan....

”Mungkin si Mas, Mba... pinjam uang ummi buat main-main, terus kececer. Kan dia tahu ummi nyimpen uangnya di mana. Dia suka main jual-beli...” lanjutku.

”Di sekitar sini ya Mi? Nanti deh... emba sapu dan beres-beres lagi. Takutnya udah kesapu lagi Mi... wah.. jangan-jangan udah dilecekin terus kebuang...” jawabnya kemudian, seolah-olah tak tahu apa-apa. Namun dalam pengamatanku, tak sedikit pun mata emba berani menatapku. Aku bertambah yakin, kalau emba telah khilaf mengambil uangku.

“Iya deh Mba... mudah-mudahan kalau masih rejeki ummi, ketemu ya Mba... Ntar ummi kasih hadiah deh...”

Setelah itu, aku berusaha menidurkan si kecil yang mulai mengantuk. Membaringkannya sambil memberi asi. Dari dalam kamar, aku mendengar si emba meneruskan aktivitasnya, dan terdengar suara berbenah, menggeser-geser meja kecil yang kumaksud. Waktu berlalu beberapa menit, si kecil sudah tertidur. Dalam hati aku merasa yakin, uang yang hilang akan kembali, maksudku akan dikembalikan oleh emba, tanpa mempermalukan dirinya di depanku.

Insya Allah, setelah aku minta dia untuk membantu mencari uang yang hilang, justru hati kecilnya tak akan tega untuk berbuat buruk kepadaku. Toh selama ini keluarga kami selalu berbuat baik padanya, menganggap sebagai satu keluarga. Kami sering memberikan bantuan di luar gaji yang menjadi hak hasil pekerjaannya. Kalau pun emba sampai tega mengambil uang di luar haknya, semoga karena benar-benar tengah khilaf. Selama ini emba orang yang baik, dan rajin dalam bekerja. Allahu a’lam...

Benar saja. Pada detik-detik terakhir aku sudah mulai melupakan kemungkinan emba mengambil uangku, dan mengikhlaskan semuanya, memberi pelajaran bahwa tak semestinya aku menyimpan uang sembarangan...

”Mi..., Ini... uangnya ketemu...” terdengar suara emba datar. Hatiku bersorak. Pun mulutku berucap..

”Alhamdulillaah... emba baik banget..... Di mana Mba?”

”Nih..., di bawah rak rotan itu Mi....” emba menyodorkan selembar uang kepadaku. Kuterima, dan sebelum kusimpan, sekilas kuamati, ada bekas lipatan dua kali. Menunjukkan bahwa uang tersebut sebelumnya sudah dilipat dan disimpan. Kalau hanya tercecer dan jatuh di bawah rak rotan, tentu masih dalam keadaan lurus tanpa lipatan. Jelas sudah...

Namun dalam hati, aku tersenyum. Alhamdulillaah, emba masih diberi kesadaran untuk mengembalikan yang bukan haknya. Sekaligus memberi pelajaran kepadaku, untuk menjaga harta pemberian suami dan menjaga perasaan orang lain. Mungkin niat buruknya muncul karena keteledoranku menaruh uang sembarangan, sehingga memungkinkan kesempatan dan godaan bagi emba untuk melakukannya. Astaghfirullaah...

24 Juni 2009

Rehat Sejenak dari Angka-angka

Larut, 01.25WIB. Bahkan telah pagi. Aku masih menikmati aktivitasku meski tanpa energi yang utuh. 

Sesekali mendatangi si kecil, kala terdengar rengekannya. Sebentar juga tertidur kembali, setelah kuberikan ASI. Lalu kembali kulanjutkan, menuju PC, dan jemariku mulai menari di atas papan kibor. 

Aku telah berjanji dalam hati tadi; akan kembali meninggalkan jejak sehari-hari berupa tulisan, meski sederet dua deret kalimat. Menulis apa saja, yang penting terus belajar mencari hikmah dari waktu demi waktu. Setelah sekian lama aku absen dari rutinitas ini. 

Sambil rehat sejenak dari angka-angka perhitungan statistik data kuesioner yang cukup membuatku penat. Mencari validitas.... baru sampai tahap ini saja sudah lumayan melelahkan. Namanya juga ibu rumah tangga; terakhir berkutat dengan tetek bengek ini... hampir tujuh tahun yang lalu. Trus.. catatan kuliah sudah entah ke mana; padahal di sana mungkin banyak petunjuk. Kini hanya berbekal satu bendel skripsiku, aku mesti menyusuri rumus-rumus yang mesti kusimpulkan. Angka ini dari mana? Hasil ini menggunakan tabel yang mana?Yang mempengaruhi rata-rata baris ini, jumlah responden apa jumlah butir pertanyaan? Kenapa, ya... butir yang tak valid setelah kuhilangkan; dihitung lagi.. kok yang lainnya jadi ikut-ikutan ngga valid?

:D Hi hi hi... masya Allah....

Yang mengasyikkan adalah; rasa penasaranku yang tinggi. Besok harus kucari lagi caranya!

Sekarang, aku ingin beristirahat dulu. Bergabung dengan pangeran2 dan bidadari kecilku yang lucu. Tadi sempat kunikmati keteduhan mereka kala tidur.

Ah... anak-anakku.... Ummi mesti belajar dan terus belajar. Untuk sabar dan berkepala dingin; ketika menemani kalian saat terjaga. Bila melihat kalian lelap seperti sekarang, betapa banyak penyesalan di relung hati ini. Karena masih sering ada amarah di hadapan kalian.

Nak, maafkan ummi ya... Ummi berjanji; untuk belajar lebih baik lagi menjadi seorang ibu.

Oh ya..., buat mas-ku yang lagi ngga enak badan... Semoga cepat sembuh. Syafakallah... I love you, wish me to become your real "qurrota 'aini" 

Oh ya.. buat bisnisku, semoga lancar & berkah. Tetep ingat tujuan mulia!  Cantik Mandiri



http://cantikmandiri.co.cc

14 Juni 2009

Beberapa Saat Tak Bersamamu

Kamu pasti kangen sama ummi, ya Nak.... Terlihat dari perubahan bola matamu, saat pandanganmu bertemu dengan pandangan ummi barusan. Sudah hampir setengah jam bermain bersama Mas Wafdan & Mas Wafiy sambil nonton Sponge-Bop. Tapi, sebentar ya... ummi lagi tanggung, belum selesai berbenah di sini. Tempat cucian piring penuh!

Nah... Si Mba dateng...., tapi.. tunggu dulu ya Nak! Kamu main dulu, lihat burung di luar sama Mba. Di dorong-dorong ya pake sepeda. Ummi selesaikan dulu meracik  bumbu sekaligus memasak opor. Masakan ini musti ummi sendiri yang pegang, khawatir ada yang protes berbeda rasa; setelah sebelumnya ummi pernah berperan hanya sebagai sutradara masak. Meski sudah diberi instruksi yang memadai, Si Mba yang masak, tapi... rasanya tetap beda. :) 

Cepat sekali rasanya kau kembali. Sudah melihat burung ya? Gimana bunyinya? Bagus kan?  Aduh; kedengarannya kau mulai gelisah. Biasanya jam segini kau sedang asyik bermain-main denganku. Tapi..., nampaknya ummi mesti sekalian menyiapkan sambal goreng kerecek.... Maklum ya, Sayang.... hari libur gini justru ummi lebih sibuk, menyediakan konsumsi untuk enam orang pekerja yang tengah berupaya membenahi bangunan rumah kita. Oh ya... sekalian ummi  menggoreng bakwan. Adonannya sudah jadi dari tadi. Supaya lengkap hidangan makan siang nanti. Tunggu ya.. sabar ya...

Satu jam berlalu.

Wah... tangismu telah pecah. Haus ya...  Sini sama ummi. Biar Mba yang membereskan dapur. Ummi sudah selesai kok masaknya. Hmmmm... sedap kan baunya?

Upps! Kangen ya sama ummi.... Seneng banget sih, girang banget digendong & dipeluk ummi. Yuuk mimik sambil tiduran di kamar... 

Sebentar kemudian, kau sudah tertidur Nak... Lucu sekali wajahmu. Perubahan roman muka bayi menuju kanak-kanak. Usia setahun lima bulan. Pipimu yang halus dan cembung. Bola mata yang bergerak-gerak tertutup kelopak mata yang mengatup. Sesekali tersungging senyum. Pasti kau mimpi indah. Damai sekali... polos... Seribu ciuman pun tak kan membuatku bosan untuk kuberikan lagi dan lagi..

Nampaknya, ummi mesti meralat ucapan ummi tadi.

Ummi yang kangen padamu....., meski hanya beberapa saat tak bersamamu.

09 Juni 2009

Ngajak Teman ke d'bistro



Asyik juga ternyata pergi (Sabtu, 6 Jun '09) bareng teman-teman  yang masih pada lajang. Refreshing, kembali ke masa muda ...! Ada Ito, Reny, and Siti. Berhaha- hihi, tanpa melupakan nilai manfaat dong..

Kita berempat plus Daniya si baby, menghadiri d'bistro, di Gedung Mandiri Syariah lantai 11, Jl. MH Thamrin Jakpus. Lumayan dapat ilmu dan pengalaman dari founder dan juga petinggi-petinggi d-bc lainnya.

Meski masih baru kali ini dateng dan ngajak teman, ternyata kita bisa enjoy dan menikmati acara demi acara yang dikemas secara menarik. Kita yang berada di gedung tersebut terasa cepat banget akrab, serasa sudah pada kenal semua. 

Bahkan, Daniya si kecil aja langsung dapetin sahabat, Yasmin... Beberapa kali Daniya sempet digendong oleh si cantik yang masih bersekolah di TK tersebut. He he.

Hmmm. Alhamdulillah. Nambah ilmu, nambah teman, nambah semangat, dan ... nambah penghasilan...

http://cantikmandiri.co.cc